Agen Situs Poker Online Terpercaya Tahun 2017

situs domino online terpercaya

INFO TERBARU

random

Ini Jenis-Jenis Pemeriksaan Kesuburan Pasangan Anda

Banyak pasangan yang kesulitan memiliki keturunan karena faktor kesuburan. Lantas, apa yang harus dilakukan?



KoranOnline - Setelah menikah, hampir setiap pasangan ingin segera memiliki momongan. Namun terkadang, faktor kesuburan menjadi penghambat datangnya si buah ahti. Lantas, harus bagaimana?
Memang, hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan langsung hamil dalam satu tahun pertama. Sekitar 92% pasangan mendapat momongan di tahun kedua pernikahan.
Seseorang baru dapat dikatakan memiliki gangguan kesuburan (infertilitas primer) apabila belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual secara teratur (2-3 kali/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi.
Apabila telah memenuhi kriteria tersebut, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan. Tujuannya untuk mengetahui status kesuburan Anda dan pasangan. Karena untuk memiliki anak dipengaruhi oleh faktor keduanya.
Berikut adalah jenis-jenis pemeriksaan kesuburan yang dapat dilakukan:
  1. Riwayat medis
Dokter akan melakukan wawancara berupa riwayat medis Anda dan pasangan. Wawancara meliputi riwayat seksual, kontrasepsi, penggunaan obat-obatan, konsumsi rokok, kafein, alkohol, kesehatan kelamin (infeksi menular sesksual), dan siklus menstruasi.
  1. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan meliputi pinggul atau pelvis, pemeriksaan menggunakan speculum untuk melihat kondisi vagina dan mulut rahim, serta pemeriksaan anatomi penis dan testis.
  1. Pemeriksaan darah dan urine
Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat apakah ada masalah dengan hormon, serta untuk melihat titer infeksi menular seksual yang mungkin tidak ditemukan pada pemeriksaan fisik. Hormon yang diperiksa meliputi Hormon tiroid, Luteinizing HormoneProgesteroneprolactinFolilcel Stimulating-Hormone (FSH), dan Testosterone.
  1. Analisis semen dan sperma
Ini untuk melihat jumlah sperma, bentuk sperma, pergerakan sperma, berapa banyak semen yang diproduksi dan ada/tidaknya sel darah putih pada semen.
  1. Ultrasonografi (USG)
Pemeriksan ini untuk melihat kondisi rahim serta kedua ovarium wanita. Dengan USG, dokter dapat mengecek produksi ovum (sel telur) dengan menghitung jumlah folikel pada ovarium saat menstruasi.
  1. Hysterosalpingogram
Ini adalah pemeriksaan Sinar-X, di mana sejumlah kontras disemprotkan pada rahim dan mencapai tuba falopi. Pemeriksaan Hysterosalpingogram dapat melihat adanya sumbatan pada tuba falopi. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk melihat kondisi testis.
  1. Test antibodi, kromosom dan genetik
Pemeriksaan antibodi dilakukan untuk melihat ada/tidaknya antibodi pada darah, semen atau cairan vagina yang mungkin menyebabkan gangguan kesuburan. Pemeriksaan kromosom dan genetik dilakukan untuk melihat adanya kecenderungan masalah genetik yang dapat memicu gagalnya implantasi telur serta riwayat keguguran berulang.
Pemeriksaan-pemeriksaan di atas bertujuan untuk mengetahui status kesuburan Anda dan pasangan. Karena untuk memiliki momongan, faktor suami, istri sangat berperan.
Semoga Anda dan pasangan kelak dianugerahi momongan, ya!

Ini Jenis-Jenis Pemeriksaan Kesuburan Pasangan Anda Reviewed by shasha lau on 12:33:00 PM Rating: 5

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.