Agen Situs Poker Online Terpercaya Tahun 2017

situs domino online terpercaya

INFO TERBARU

random

Gara-Gara Lembur Jadi Stres? Ini Solusinya!

Lembur dan kaum pekerja nyaris bagai sahabat. Tapi hati-hati, keseringan lembur bisa berakhir dengan kematian.


KoranOnline - Karoshi. Anda mungkin belum pernah mendengar istilah yang satu ini. Dalam bahasa Jepang, karoshi berarti kematian karena kerja berlebihan (lembur). Istilah ini pertama kali muncul di Jepang pada tahun 1978 karena meningkatnya kasus kematian akibat lembur. Bahkan, hingga saat ini, Karoshi masih menjadi perhatian utama. Wajar saja, sebab 1 dari 5 pekerja Jepang masih berisiko untuk mati karena lembur. Itu di Jepang, bagaimana di Indonesia?
Tanpa bermaksud menakut-nakuti, para pekerja di Indonesia yang gemar lembur juga tak luput dari incaran kematian. Bagaimana lembur dapat menyebabkan kematian? Tubuh Anda itu tak ubahnya seperti mobil yang memerlukan bensin untuk dapat ‘menyala’. Mobil juga membutuhkan servis untuk menjaga kerja mobil dan memperbaiki kerusakan yang terjadi. Begitu pun tubuh Anda, membutuhkan makanan yang bergizi untuk memberikan energi yang baru bagi tubuh. Bagaimana dengan servis untuk tubuh? Anda bisa mendapatkannya dari tidur, sebab saat saat tidur terjadi proses perbaikan sel-sel dalam tubuh.
Sayangnya, lembur dapat menggangu pola makan Anda. Saat lembur, kebanyakan orang lebih suka mengonsumsi makanan yang kurang sehat –seperti makanan cepat saji. Bahkan tak jarang, para pekerja yang lembur menggunakan minuman penambah energi sebagai pengganti makanan. Padahal ini justru berbahaya. Hal yang lebih buruk lagi adalah saat seseorang mengabaikan waktu makan dengan dalih ‘tumpukan’ pekerjaan yang tak kunjung usai. Selain urusan pola makan, lembur dapat meningkatkan kadar stres. Stres tinggi menyebabkan keluarnya hormon cortisol yang membuat Anda sulit tidur. Pada akhirnya lembur akan mengurangi waktu untuk tidur Anda.
Selesai sampai di situ? Belum! Lembur juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke yang dapat berujung ke kematian. Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu mengalami kenaikan risiko terhadap stroke hingga 33% dan 13% untuk penyakit jantung. Lembur dengan stres tinggi juga memicu depresi. Bahkan, sudah ditemukan beberapa kasus pekerja yang bunuh diri karena lembur.
Jadi, berapakah maksimal waktu yang ideal untuk bekerja? Menurut beberapa penelitan, 40 jam seminggu adalah lama waktu bekerja terbaik untuk Anda. Untuk pria, waktu kerja 50 jam seminggu masih bisa ditolerir oleh tubuh. Perbedaan ini bisa jadi disebabkan karena wanita memiliki peran ganda sebagai ibu rumah tangga.
Pekerjaan memang menjadi kegiatan utama dalam kehidupan Anda. Namun, jangan bekerja berlebihan dan memforsir tubuh Anda. Bekerjalah sesuai dengan jadwal jam kerja Anda dan hindari lembur!

Gara-Gara Lembur Jadi Stres? Ini Solusinya! Reviewed by shasha lau on 9:26:00 PM Rating: 5

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.