Agen Situs Poker Online Terpercaya Tahun 2017

situs domino online terpercaya

INFO TERBARU

random

Pertahanan Kaku Islandia yang Bikin Ronaldo Frustrasi Di Kompetisi


KoranOnline - Langkah Portugal yang disebut satu diantara tim unggulan di Group F Piala Eropa 2016 terganjal pada pertandingan pertama. Hadapi Islandia,   Cristiano Ronaldo dkk. mesti senang bermain imbang dengan score 1-1 pada pertandingan yang berjalan Rabu, 15 Juni 2016, dinihari WIB. 

Portugal sesungguhnya dapat unggul terlebih dulu lewat gol Luis Nani pada babak pertama, tepatnya pada menit ke-31. Tetapi Islandia sukses menyamai kedudukan saat babak ke-2 baru jalan lima menit melalui gol yang diciptakan Birkir Bjarnason. 

Portugal demikian menguasai permainan selama pertandingan. Mereka unggul penguasaan bola sampai 72%. Keseluruhan 26 tembakan juga sukses mereka bebaskan. Tetapi penyelesaian akhir yang jelek bikin mereka mesti senang dengan satu poin saja. 

Pertahanan Kaku Islandia 

Islandia melakukan pertandingan ini dengan mengerti kalau mereka kalah kelas dari Portugal. Karena itu scuad bimbingan duet Lars Lagerback serta Heimir Hallgrimsson ini tidak meladeni permainan menyerang Portugal dengan permainan terbuka. Skema serangan balik jadi pilihan, dimana ini jadi langkah mereka menyama kedudukan. 

Waktu bertahan, Islandia lebih pilih untuk menanti datangnya bola ke ruang pertahanan mereka. Saat bola serangan Portugal masihlah ada di belakang atau di dalam lapangan, mereka segera membuat formasi 4-4-2 di ruang mereka sendiri, dengan pergeseran yang kaku. 

Bentuk pertahanan Islandia yang kaku pada formasi 4-4-2 tak bermakna negatif. System seperti ini ditujukan supaya tiap-tiap jarak antarpemain tetaplah terbangun. Islandia terlihat menginginkan bikin tiap-tiap beberapa pemain Portugal yang kuasai bola senantiasa memperoleh pengawalan dari dua sampai tiga pemain.

Islandia tidak memberi pressing agresif pada pemain Portugal yang kuasai bola bila bola itu masihlah ada di dalam. Bahkan juga saat pemain Portugal sukses kirim bola ke sepertiga akhir juga beberapa pemain Islandia condong bersabar menanti peristiwa yang pas untuk lakukan tekel maupun intersep. 

Bentuk pertahanan kaku ini sesungguhnya cukup efisien untuk meredam Cristiano Ronaldo yang demikian memprioritaskan tindakan individu. Karena itu seringkali Ronaldo dikepung oleh dua sampai tiga pemain waktu kuasai bola, intinya saat di ruang depan kotak penalti. 

Tekel baru dilancarkan beberapa pemain Islandia saat bola serangan Portugal masuk ruang depan kotak penalti. Ini untuk meminimalisasi umpan daerah ke kotak penalti dari tengah. Terlebih karenanya ada dua pemain sampai tiga pemain, bila pemain Islandia yang lakukan tekel tidak berhasil merebut bola, masihlah ada pemain lain yang siap meng-cover. 

Dengan skema seperti ini, sekurang-kurangnya Portugal kesusahan membuat kesempatan terbuka dari kotak penalti. Sebagian besar kesempatan emas Portugal dihasilkan dari umpan silang maupun umpan direct dari belakang ke kotak penalti seperti satu diantara kesempatan yang di ciptakan Ronaldo. Bila membuat kesempatan dari tembakan jarak jauh yang nampaknya jadi langkah paling utama Portugal untuk membobol gawang Islandia, tembakan itu seringkali mengenai beberapa pemain Islandia yang mendobel ruang pertahanan di dalam. 

Transisi Bertahan ke Menyerang Portugal yang Lambat 


Keseluruhan 26 tembakan yang di ciptakan Portugal menunjukkan kalau sesungguhnya kesempatan untuk scuad bimbingan Fernando Santos ini tidak sedikit. Bahkan juga sembilan salah satunya on tujuan. Tetapi cuma satu gol saja yang sukses mereka buat. 


Penyelesaian akhir lini depan Portugal yang memercayakan Ronaldo memanglah pantas jadi sorotan. Beberapa kesempatan terbuka di mulut gawang tidak berhasil dieksekusi dengan baik hingga Portugal kesusahan membuat gol. 

Portugal sendiri sesungguhnya tidak memakai bentuk pertahanan Islandia yang kaku dengan serangan balik. Lantaran saat Islandia lakukan serangan, pertahanan kaku ini bakal ditinggalkan dimana Islandia memercayakan empat pemain untuk menyerang. 

Waktu tersebut lini pertahanan Islandia rawan ditembus. Transisi dari menyerang ke bertahan Islandia cukup lambat. Bahkan juga mereka condong lebih pilih lakukan pelanggaran pada pemain Portugal supaya mempunyai saat untuk kembali pertahanan serta bangun lini pertahanan di ruang mereka sendiri dengan formasi 4-4-2. Terdaftar Islandia lakukan 17 pelanggaran pada pertandingan ini, Portugal cuma Sembilan kali. 

Tetapi, Portugal lakukan transisi bertahan ke menyerang yang lambat. Umpan-umpan pendek dilancarkan begitu sabar. Hal semacam ini malah memberi saat untuk Islandia membuat pertahanan mereka. 

Serangan cepat juga sesungguhnya jadi langkah terwujudnya gol Portugal. Dengan operan-operan cepat ini melalu gabungan Andre Gomes serta Vieirinha, celah di lini pertahanan Islandia lantaran terpancing untuk hentikan bola. 

Pada gambar pertama, Gomes yang terima bola segera meneruskannya tanpa ada dikontrol pada Vieirinha ke segi kanan. Ini bikin bek kiri Islandia, Ari Skulason, terpancing serta membuat celah (gambar 2). Vieirinha lalu memberi bola pada gomes yang isi celah itu. Untuk isi kekosongan itu, bek tengah Islandia, Ragnar Sigurdsson, berubah untuk tutup Gomes (gambar 3). Tetapi Gomes sukses kirim umpan pada Nani yang tanpa ada kawalan hingga dapat menyongsong bola serta cetak gol. 

Skema ini tidak sering berlangsung di kesempatan Portugal yang lain. Portugal malah seringkali berputar-putar memindahkan bola dari satu segi ke segi yang lain untuk memancing pertahanan Islandia. Tetapi hal itu tidak efisien dengan pertahanan Islandia yang kaku pada posisinya semasing. 

Memercayakan Ronaldo yang di Bawah Performa 

Islandia bermain sebagai satu tim yang solid, terutama saat bertahan. Dengan pertahanan kaku, Portugal seringkali berputar-putar untuk memancing beberapa pemain Islandia keluar dari pakemnya. Tetapi hal itu tidak sukses. 

Disamping itu Portugal lebih tampak sebagai one man team. Ronaldo betul-betul dihandalkan dalam tiap-tiap serangan Portugal. Tetapi penyerang Real Madrid itu tengah dalam tampilan yang jelek. 

Ronaldo jadi pemain dengan jumlah tembakan paling banyak, 10 tembakan. Tetapi dari 10 tembakan itu, cuma satu tembakan saja yang menghadap ke gawang, saat sundulannya di mulut gawang pelan hingga dapat diamankan penjaga gawang Islandia, Thor Haldorsson. 

Bergantungnya Portugal pada Ronaldo tampak dengan alur serangan Portugal yang senantiasa diarahkan pada Ronaldo. Bahkan juga dengan peran free role-nya, Ronaldo sering turun sampai ke tengah lapangan untuk menjemput bola. 

Gerakan Ronaldo ini tidak diimbangi dengan gerakan pemain lain yang cair. Praktis cuma Nani yang kerap tampak meninggalkan posnya di depan untuk buka ruangan atau terima bola. Hal semacam ini pastinya mempermudah lini pertahanan Islandia yang cuma menanti bola. 

Kesimpulan 

Pertahanan kaku Islandia bikin lini pertahanan Islandia cukup susah ditembus oleh bebrapa tindakan individu Ronaldo maupun Nani. Dengan tidak lakukan pressing serta tekel agresif, mereka sukses meminimalisasi Portugal untuk membuat kesempatan emas. 

Disamping itu Portugal sangat memercayakan Ronaldo. Kesempatan emas juga tidak berhasil dimaksimalkan bekas penyerang Manchester United ini. Penampilannya yang tengah dibawah performa mungkin saja satu diantara penyebabnya Portugal mesti senang dengan satu poin pada pertandingan ini. 


Walau demikian, Portugal pastinya mesti melepas ketergantungan pada Ronaldo. Atau untuk pelatih Portugal, Fernando Santos, ia mesti dapat meredam Ronaldo yang senantiasa menginginkan kuasai bola. Lantaran butuh dicatat, waktu gol Nani terwujud, serangan Portugal itu tidak melibatkan Ronaldo. Ini jadi cerminan kalau tidak selama-lamanya Portugal mesti tergantung pada Ronaldo.


Pertahanan Kaku Islandia yang Bikin Ronaldo Frustrasi Di Kompetisi Reviewed by shasha lau on 3:41:00 PM Rating: 5

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.